
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus anak-anak yang harus menjalani cuci darah semakin meningkat, menurut survei Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) setidaknya satu dari lima anak usia 12 sampai 18 tahun berpotensi mengalami kerusakan ginjal, salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan air putih dalam kehidupan sehari-hari dan gaya hidup yang kurang sehat sejak usia dini.
Dikutip dari Antara News, Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RA Adaninggar Primaria Nariswari mengatakan, “Biasanya pasien muda yang melakukan cuci darah karena tidak suka atau jarang minum air putih” ia juga menambahkan “Umumnya, kerusakan ginjal diakibatkan oleh penyakit diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol akibat sejumlah faktor risiko seperti gaya hidup yang tidak sehat, pola dan jenis makanan yang tidak benar, komposisi makanan yang tidak seimbang dan jarang melakukan aktivitas fisik”.
Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dan racun dari tubuh, jika anak tidak cukup minum air putih, ginjal harus bekerja lebih keras dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Beberapa gejala yang bisa muncul akibat kurangnya asupan air putih adalah sering merasa lelah, warna urine lebih pekat, serta risiko terbentuknya batu ginjal. Dalam kasus yang lebih parah, anak-anak bisa mengalami gagal ginjal sehingga harus menjalani prosedur cuci darah secara rutin.
Kegiatan Guest Teacher Kelompok B1 tentang Pentingnya Minum Air Putih
Selain membiasakan anak minum air putih yang cukup, pola hidup sehat juga perlu diterapkan dalam keseharian mereka. Orang tua dan guru memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan sehat tersebut. Salah satu cara efektif adalah dengan menyediakan air minum yang cukup di rumah dan sekolah serta memberi contoh kepada anak-anak untuk hidup sehat.
Pembiasaan hidup sehat: Cuci tangan sebelum makan
Toodler-KB-TK Islam Al Azhar 17 Bintaro memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan anak-anak sejak dini. Karena itu, kami memiliki berbagai kegiatan yang tidak hanya mendidik tetapi juga membantu anak-anak untuk tetap sehat, seperti pembiasaan hidup sehat, edukasi kesehatan melalui cerita, lagu, dan permainan interaktif.
Kami juga mengajak anak-anak banyak beraktivitas fisik dengan berbagai kegiatan, seperti senam, olahraga ringan, bermain di luar karena selain menyehatkan kegiatan-kegiatan tersebut juga mendorong anak lebih aktif dan minum lebih banyak air putih.
Hal tersebut juga didukung dengan fasilitas yang memadai, seperti dispenser air putih yang tersedia disetiap ruangan dan barang-barang yang tersanitasi dengan baik.
Pendinginan Setelah kegiatan Senam Pagi
Dengan pendekatan ini, kami berharap anak-anak tidak hanya belajar dengan baik tetapi juga tumbuh sehat dan terbiasa dengan pola hidup yang sehat sejak dini, mari kita biasakan anak-anak untuk minum air putih yang cukup dan menerapkan pola hidup sehat agar mereka terhindar dari risiko gangguan kesehatan, termasuk masalah ginjal yang bisa berdampak jangka panjang.
#PAUD #PendidikanAnak #PembelajaranMenyenangkan #DeepLearning #MindfulJoyfulMeaningful
#kbtkalazhar17bintaro #islamicschool #YPIAlAzhar #alazhargemilangkanindonesia #beradabdanberkemajuan #Albinceria

