
Bintaro, 10 Oktober 2026 — Mengenalkan ibadah haji kepada anak sejak usia dini dapat dilakukan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peragaan Manasik Haji TK Al Azhar se-Jabodetabek yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026 di Kampus Al Azhar Pusat. Melalui kegitan ini juga memberikan kesempatan kepada murid untuk mempraktikkan rangkaian ibadah haji dengan pendampingan guru.
Dalam kegiatan ini, murid TK Islam Al Azhar 17 Bintaro mengikuti setiap tahapan manasik menggunakan pakaian ihram dan busana muslim putih. Area kegiatan ditata menyerupai tempat-tempat yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji, sehingga jamaah cilik dapat mengenal urutan ibadah melalui praktik secara langsung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran pendidikan agama Islam yang tidak hanya mengenalkan pengetahuan, tetapi juga mengajak murid membangun kebiasaan beribadah, belajar mengikuti arahan, serta berinteraksi dengan teman-temannya.
Pembukaan Kegiatan Manasik Haji
Rangkaian Peragaan Manasik Haji diawali dengan pembukaan. Murid bersama para pendamping mengikuti kegiatan dengan tertib sebelum memasuki tahapan praktik ibadah. Suasana tersebut menjadi awal bagi para jamaah cilik untuk mengenal kegiatan manasik sebagai pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan arahan kepada peserta mengenai rangkaian ibadah yang akan diperagakan. Pendampingan guru berperan penting agar murid dapat mengikuti kegiatan sesuai urutan, sekaligus memahami penjelasan yang diberikan dengan bahasa yang sesuai usia mereka.
Melalui proses ini, anak tidak sekadar melihat contoh gerakan ibadah, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba dan mengikutinya secara langsung.

Jamaah Cilik Mempraktikkan Salat Jamak Qasar
Sebelum melanjutkan perjalanan ke tahapan manasik berikutnya, para jamaah cilik mengikuti praktik salat jamak qasar. Tahapan ini menjadi bagian dari pengenalan tata cara ibadah yang berkaitan dengan perjalanan.
Guru dan pendamping membantu mengarahkan murid agar dapat mengikuti gerakan salat dengan tertib. Pengalaman tersebut juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal pentingnya salat dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran melalui praktik seperti ini dapat membantu murid menghubungkan materi yang diperkenalkan di sekolah dengan pelaksanaan ibadah. Dengan pendampingan yang sesuai, anak diharapkan semakin akrab dengan kegiatan keagamaan dan tumbuh rasa ingin tahunya terhadap ajaran Islam.
Mengenal Tahapan Ibadah Haji Melalui Praktik Langsung
Setelah salat jamak qasar, jamaah haji cilik melanjutkan kegiatan menuju berbagai pos peragaan manasik. Setiap tahapan dirancang untuk memperkenalkan bagian-bagian penting dalam rangkaian ibadah haji.
1. Peragaan di Muzdalifah dan Mina
Perjalanan manasik dilanjutkan menuju area Muzdalifah dan Mina. Di pos ini, murid diperkenalkan pada tempat-tempat yang memiliki peran dalam rangkaian ibadah haji.
Dengan mengikuti arahan pendamping, anak belajar mengenali urutan perjalanan dan memahami bahwa ibadah haji terdiri atas beberapa tahapan yang dilaksanakan secara berurutan. Pengalaman tersebut membantu memperkenalkan konsep ibadah yang mungkin masih terasa abstrak bagi anak usia taman kanak-kanak.
2. Praktik Lontar Jumrah
Berikutnya, jamaah cilik mengikuti peragaan lontar jumrah. Melalui kegiatan ini, murid mendapatkan pengenalan awal mengenai salah satu rangkaian ibadah haji yang dilakukan di Mina.
Guru dan pendamping mengarahkan peserta selama praktik berlangsung. Selain mengenal tata cara yang diperagakan, anak juga belajar mengikuti instruksi dan menunggu giliran. Nilai kedisiplinan serta kesabaran dapat diperkenalkan melalui proses sederhana tersebut.
3. Mengenal Tawaf dan Salat di Makam Ibrahim
Rangkaian berikutnya adalah peragaan tawaf, kemudian salat di area yang menggambarkan Makam Ibrahim. Pada tahapan tawaf, murid diperkenalkan dengan gerakan mengelilingi Ka’bah sesuai urutan yang dipraktikkan dalam kegiatan manasik.
Selanjutnya, anak mengikuti peragaan salat di area yang telah disiapkan. Guru membantu menjelaskan kegiatan agar murid dapat mengikuti setiap tahapan secara lebih terarah.
Melalui pengalaman tersebut, pembelajaran agama menjadi lebih konkret. Anak dapat mengenali istilah dan gerakan ibadah sambil memperoleh gambaran mengenai rangkaian pelaksanaan haji.

4. Minum Air Zamzam dan Melaksanakan Sa’i
Setelah itu, para jamaah cilik melanjutkan peragaan dengan minum air zamzam dan praktik sa’i. Dalam tahapan sa’i, murid diperkenalkan pada perjalanan antara Safa dan Marwah melalui simulasi yang disesuaikan dengan kegiatan manasik.
Pendampingan selama kegiatan membantu anak memahami urutan praktik tanpa mengabaikan kenyamanan mereka. Interaksi dengan teman-teman juga menjadi bagian dari pengalaman belajar, karena murid mengikuti kegiatan bersama dalam suasana kebersamaan.

5. Tahalul sebagai Penutup Rangkaian Manasik
Tahapan berikutnya adalah tahalul, yang diperagakan melalui simulasi pemotongan sebagian rambut. Guru dan pendamping membantu murid menjalani proses tersebut dengan tertib.
Setelah menyelesaikan rangkaian peragaan, peserta diarahkan kembali sesuai alur kegiatan. Dengan mengikuti tahapan demi tahapan, murid memperoleh pengalaman awal tentang urutan ibadah haji, mulai dari pengenalan tempat hingga praktik yang menjadi bagian dari manasik.
Baca Juga : Muroja’ah Pagi, Bekal Qurani TK Islam Al Azhar 17 Bintaro
Menanamkan Nilai Keislaman Sejak Usia Dini
Peragaan Manasik Haji bukan hanya kegiatan praktik ibadah, melainkan juga sarana untuk mengenalkan nilai-nilai positif kepada anak. Ketika mengikuti arahan guru, berjalan bersama rombongan, dan menunggu giliran, murid belajar mengenai kedisiplinan, kesabaran, kemandirian, serta kebersamaan.
Nilai-nilai tersebut penting untuk diperkenalkan melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak. Pembelajaran yang melibatkan aktivitas langsung juga dapat membantu murid mengingat materi dengan lebih mudah dibandingkan hanya menerima penjelasan secara lisan.
Bagi TK Islam Al Azhar 17 Bintaro, kegiatan keagamaan seperti manasik haji dapat menjadi salah satu bentuk pengenalan praktik Islam dalam proses pendidikan anak usia dini. Lingkungan belajar yang nyaman, pendekatan yang friendly, dan pendampingan guru yang sesuai kebutuhan anak turut mendukung pengalaman belajar yang positif.
Hal ini sejalan dengan harapan orang tua murid yang mencari sekolah dengan perhatian terhadap perkembangan anak secara menyeluruh. Tidak hanya kemampuan akademik, pengenalan nilai agama dan pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam memilih sekolah berkualitas.
TK Islam Al Azhar 17 Bintaro, Pilihan Pendidikan Anak Usia Dini
Memilih sekolah untuk anak memerlukan pertimbangan terhadap lingkungan belajar, metode pembelajaran, serta kesempatan anak mengembangkan kemampuan dan karakternya. Kegiatan seperti Peragaan Manasik Haji memperlihatkan bagaimana pengenalan agama dapat dilakukan melalui aktivitas yang melibatkan partisipasi murid.
Bagi orang tua yang sedang mencari Sekolah TK terbaik di Bintaro, Tangerang Selatan, TK Islam Al Azhar 17 Bintaro dapat menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan. Orang tua dapat mengenal lebih jauh program pembelajaran, lingkungan sekolah, dan kegiatan pengembangan karakter yang tersedia.
Melalui pengalaman belajar yang terarah dan menyenangkan, anak diharapkan semakin mengenal ajaran Islam sekaligus belajar menerapkan nilai kedisiplinan, kemandirian, dan kebersamaan dalam kesehariannya.
Tertarik mengenal lebih dekat TK Islam Al Azhar 17 Bintaro? Hubungi pihak sekolah untuk mendapatkan informasi mengenai program pendidikan dan Penerimaan Murid Baru (PMB). Temukan lingkungan belajar yang mendukung perjalanan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
- WhatsApp: 0821-1608-2914
- Website: tkia17.al-azhar.sch.id
- Instagram: @tkialazhar17bintaro
- Youtube: TK Islam Al Azhar 17 Bintaro
- Alamat: Jl. Bonjol No.9, Pd. Karya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15225
